Melepas Mantan dengan Ikhlas

Melepaskan atau merelakan kenangan akan masa lalu memang tidak selalu mudah dilakukan oleh kebanyakan manusia. Fenomena gagal move on ini seringkali menjadi momok yang membuat seseorang menjadi tidak maju dan berbuah dalam hidupnya. Untuk bisa hidup lebih berbuah di masa depan, maka kita harus berani keluar dari zona nyaman di masa lalu. Kita perlu berani membiarkan hidup ini diisi oleh hal-hal yang baru, berani melepaskan yang sudah menjadi ‘warisan leluhur’ untuk digantikan dengan harapan baru, yang walaupun belum tentu akan menjanjikan kebahagiaan namun akan memberi pembelajaran berharga dalam hidup. Sederhananya, kita seringkali gagal paham terhadap maksud dan niat baik dari rencana Allah. Kita gagal paham bahwa Allah selalu bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.  Allah membiarkan kesulitan dan kesakitan hadir dalam hidup untuk menguji seberapa dalamkah cinta kita kepada-Nya. Kita bisa jadi terlalu melekat dengan apa yang Allah titipkan dalam hidup, yang hadir dalam berbagai bentuk dan rupa manusiawi juga duniawi.

Jurus paling jitu  dari semua cara gue melupakan mantan dengan ikhlas adalah dengan semakin mendekatkan diri kepada Sang Pemberi Hidup. Gue mulai merasakan kasih karunia cuma – cuma itu sejak bergabung dalam Legio Mariae, sebuah komunitas yang meneladani sikap kepasrahan diri dan kesetiaan Bunda Maria dalam menanggapi rencana Allah. Bunda Maria yang adalah Sang Hawa yang baru itu. Kekuatan doa-doa ini mampu mengalahkan rasa takut dan kuatir akan bayang – bayang mantan. Tangki cinta gue yang kosong diisi dengan cinta Allah sendiri, sehingga ketakutan dan kekuatiran akan masa lalu bisa terkikis dengan sendirinya. Gue sadar apa yang pernah dimiliki adalah titipan Allah dan bahwa hanya Allah sajalah sumber kebahagiaan. Dari sana gue tidak lagi risau akan nostalgia mantan. Mantan ya mantan.  Kalo memang sebuah relasi pacaran tidak bisa diselamatkan, ya sudah, lebih baik kubur saja dan tinggalkan. Hidup masih harus bergulir dan berbuah. Jangan mentok di mantan lantas seperti tidak punya harapan. Hidup harus terus bergantung kepada Allah, Sang Pemberi Kehidupan. Apapun yang sudah terjadi dengan mantan dijadikan sebagai pembelajaran. Terus mengingat bahwa Allah selalu hadir untuk siapa saja yang mau bertobat dari relasi yang salah. Ada harapan bagi mereka yang remuk redam hatinya bahwa Allah selalu mampu menaruh sukacita. Tuhan itu dekat kepada orang yang patah hati kata pemazmur. Jadi jangan terlalu sering memikirkan mantan, tapi pikirkanlah pemberian Allah kepada kita agar menjadi buah yang tidak hanya kita nikmati sendiri.

Kontributor:  Natalia Setyawati, Pencinta TOB St. Yohanes Paulus II

0 views0 comments

Recent Posts

See All