Manfaat Tidak Melakukan Seks Pra Nikah

Dengan semakin berkembangnya zaman, semakin banyak orang yang kurang peduli terhadap kemurnian seksual, dalam hal ini menjaga keperawanan dan keperjakaan sebelum masuk dalam perkawinan. Walaupun hampir setiap agama mengajarkan prinsip itu namun pada kenyataannya, ketika menyangkut soal cinta, seks dan relasi maka kemurnian seksual seolah menjadi barang kuno. Pertanyaannya, mengapa kita perlu menjaga keperawanan dan keperjakaan kita sebelum masuk dalam perkawinan?

Bagi sebagian besar orang, keperawanan dan keperjakaan tidak dianggap bagian penting dalam kehidupan. Bagi mereka, seks pra nikah adalah hal yang wajar. Banyak film-film, opera sabun atau sinetron bersambung, bahkan lagu-lagu sekuler yang mengisyaratkan seks pra nikah. Tapi pernahkah kita berpikir bahwa seks pra nikah itu justru lebih banyak memberikan dampak negatif ketimbang dampak positif? Dengan melakukan seks pra nikah atau bahkan hidup bersama tanpa ikatan perkawinan dapat mengakibatkan tingkat perceraian semakin tinggi. Pemikiran yang menganggap seks pra nikah dan hidup bersama tanpa ikatan perkawinan akan berhasil ternyata terbukti salah besar. Penelitian telah membuktikan hal tersebut. Dengan hidup bersama tanpa ikatan perkawinan, tiap pasangan memiliki manfaat pernikahan tanpa komitmen yang sebenarnya. Sehingga tiap individu dalam relasi tersebut membangun sikap individualis yang akan sulit untuk diubah ketika orang tersebut masuk dalam pernikahan nantinya.

Sebaliknya, ketika seseorang menjaga kemurnian seksualnya, lewat menjaga keperawanan dan keperjakaan sampai dengan perkawinannya, akan mendapatkan banyak manfaat positif, antara lain, mereka akan terbebas dari penyakit kelamin yang menular, mereka tidak perlu mengalami tekanan psikologis atas hubungan intim tanpa komitmen, juga tidak perlu takut terhadap kehamilan yang tidak direncanakan, serta mereka akan menerima kepuasan perkawinan yang lebih terjamin.

Menurut data Departemen Kesehatan Republik Indonesia, jumlah kasus baru penyebaran penyakit kelamin yang menular, dalam hal ini HIV di tahun 2016 sebanyak 41.250 kasus. Artinya, mereka yang melakukan hubungan seks pra nikah, menjadi rentan juga pada kemungkinan terkena penularan penyakit kelamin yang membahayakan dirinya. Sebagaimana kita ketahui, penularan penyakit kelamin tidak hanya HIV, tapi juga ada sifilis, herpes, dan lain sebagainya. Cara paling mudah untuk menghindarkan diri kita dari terkena penularan penyakit kelamin adalah dengan tidak melakukan seks pra nikah sama sekali. Lebih baik memilih pasangan yang juga tidak melakukan seks pra nikah, atau bila dia pernah aktif secara seksual sebelumnya maka sebelum masuk dalam perkawinan, ke dua pasangan perlu melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai tindakan pencegahan dan melakukan tindakan-tindakan pengobatan agar penularan tidak terjadi.

Kontributor: Lucia Wahyuni, alumni Basic Program 2016

Sumber: http://www.reallifeanswers.org/family/marriage-preparation/the- benefits-of- chastity- before-marriage dengan pengubahan http://www.pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/lain-lain/Data- dan- Informasi-Kesehatan- Profil-Kesehatan- Indonesia-2016- smaller-size- web.pdf

0 views0 comments

Recent Posts

See All