Getting Away from Porn

Pornography, as is the case with all sin, promises us many things, but leaves us with less than we had in the first place. – Matt Fradd (author)

Pernahkah kamu melihat seseorang yang sakaw karena obat-obatan terlarang? Ternyata sakaw tidak hanya terjadi pada pecandu narkoba, tetapi juga terjadi pada orang-orang yang memiliki kecanduan pada pornografi. Sakaw yang mereka alami memang terlihat berbeda dengan sakaw yang dialami oleh para pengguna obat-obatan terlarang, tetapi memiliki dampak yang mirip dengan para pengguna obat-obatan terlarang. Sebagai contoh, mereka sama-sama sulit berkonsentrasi melakukan aktivitas rutin mereka dikarenakan mereka lebih fokus untuk memuaskan keinginan mereka pada obat-obatan terlarang maupun pornografi. Dalam hal pornografi misalnya, mereka dapat mengeluarkan ratusan ribu hingga jutaan rupiah untuk mendapatkan kepuasan dengan mendaftarkan diri ke dalam situs-situs pornografi yang ada di internet.

Lalu, siapa saja yang bisa terikat oleh pornografi? Ternyata pornografi tidak hanya mengikat kaum pria saja, tetapi juga perempuan, bahkan anak-anak jaman sekarangpun dapat kecanduan pornografi. Kok bisa perempuan dan bahkan anak-anak kecanduan pornografi? Alasan paling mudah adalah karena di jaman sekarang ini, akses untuk mendapatkan pornografi sangat mudah. Banyak situs-situs pornografi berkeliaran di dunia maya, bahkan banyak sekali iklan-iklan yang merujuk ke situs pornografi. Pemerintahpun sudah berupaya untuk melakukan berbagai cara pencegahaan agar tingkat kecanduan pornografi menurun, salah satunya dengan melakukan pemblokiran terhadap situs-situs yang berbau pornografi, tetapi masih banyak orang yang menemukan cara untuk mengakses situs-situs pornografi. Mulai dari menggunakan situs-situs unblock sites sampai merubah IP address mereka agar dapat mengakses situs-situs pornografi. Jika hal itu terus dilakukan, maka tingkat kecanduan akan pornografi akan sulit untuk menurun, bahkan yang mungkin terjadi adalah peningkatan jumlah orang-orang yang kecanduan pornografi.

Kalau sudah seperti itu apakah ada cara untuk melepaskan diri dari ketergantungan pornografi yang merusak? Tentu saja ada. Pertama, kita harus tahu apa arti tubuh kita yang sebenarnya. Kita harus tahu bahwa tubuh kita bukanlah sarana untuk memuaskan nafsu kita, melainkan gambaran dan citra Allah. Masa iya, kita mau menyamakan rupa dan citra Allah dengan pandangan bahwa tubuh kita adalah sarana untuk mencapai kepuasaan. Kedua, kita harus bisa meyakinkan diri kita bahwa kita baik-baik saja tanpa pornografi. Hal-hal ini cukup sulit untuk dilakukan apalagi bagi orang-orang yang sudah terlanjur kecanduan pornografi. Tetapi jika berhasil melakukannya, kita akan jauh lebih tenang dikarenakan kita tidak akan lagi gelisah dengan keinginan daging kita akan pornografi.

Cara ketiga adalah kita mengingat bahwa tubuh seseorang itu bukan benda mati melainkan bagian dari pribadi orang tersebut. Bayangkan jika diri kita sendiri dianggap sebagai objek orang lain untuk memuaskan nafsunya, tentu tidak terima dong. Maka dari itu, janganlah menganggap tubuh orang lain sebagai sarana untuk memuaskan nafsu kita.

Cara keempat dan yang menurut saya penting adalah kita harus ingat bahwa Tuhan Yesus bersedia dengan bebas mengorbankan dirinya di kayu salib untuk membebaskan kita dari dosa-dosa termasuk dosa pornografi. Kalau kita sayang dengan Yesus, kita tidak akan rela perjuangaan Yesus menjadi sia-sia karena kita tidak dapat melepaskan diri dari kecanduan pornografi. Maka dari itu, kita harus bisa melepaskan dan meyakinkan diri kita bahwa kita bisa terbebas dari kecanduan pornografi.

Nah, jika dirasa artikel diatas kurang membuka pikiranmu tentang kecanduan pornografi, kamu bisa mengikuti acara TOBIT yang akan diadakan pada Sabtu, 21 Oktober 2017, Jam: 10.00 s/d 12.00 Wib, Di Wisma Argo Manunggal Lt. LG. 01. Jl. Gatot subroto, Jakarta Selatan September 2017. Keterangan lebih lanjut bisa dibaca di bawah ini.

Oleh. Lucia Wahyuni, Alumni Adorable Eve 2016

1 view0 comments

Recent Posts

See All