Blogs
10/11/2017
  • Share this

Mary Helen MacKillop lahir di Melbourne, Australia pada tahun 1842 sebagai anak tertua dari delapan bersaudara. Dia adalah seorang biarawati dari ordo Sisters of Saint Joseph of The Sacred Heart dan seorang guru sekolah anak-anak kalangan miskin. Awal tahun 1870, ketika MacKillop mendengar bahwa ada seorang Imam bernama Keating dari Paroki Kapunda, wilayah Adelaide, telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak kecil maka Mary melaporkannya. Keating kemudian dipecat dan kembali ke Irlandia. Keberaniannya untuk membela anak-anak kecil yang tidak memiliki suara ataupun yang dibungkam agar tidak berbicara itu telah melindungi banyak anak-anak lain sehingga tidak tersakiti lagi.

Namun setelah itu MacKillop menerima banyak tekanan bahkan sempat mengalami ekskomunikasi dengan alasan pembangkangan. Walaupun ordonya tidak dibubarkan namun sekolah-sekolah yang dibangunnya ditutup. MacKillop dilarang berhubungan dengan pihak luar sehingga dia tinggal bersama keluarga Yahudi dan dilindungi oleh para imam Yesuit. Dua tahun kemudian, yaitu 21 Februari 1872, ekskomunikasi MacKillop diangkat dan sebuah komisi episkopal benar-benar membebaskannya.

Mary MacKillop dapat diperhitungkan sebagai perantara yang luar biasa bagi anak-anak kecil yang mengalami pelecehan seksual dan sebagai pemenang bagi mereka yang berjuang untuk menghentikannya. Dia wafat di tahun 1909 dan Santo Yohanes Paulus II membeatifikasinya pada tahun 1995.  Paus Benediktus XVI mengunjungi makamnya saat acara World Youth Day tahun 2008 di Sydney. Mary MacKillop dikanonisasi pada 17 Oktober 2010 di Vatikan dan menjadi satu-satunya orang Australia yang dinyatakan sebagai Santa oleh Gereja Katolik.

Kontributor: Lucia Wahyuni, alumni Adorable Eve 2016

Editor: Lidwina Sisilia

Sumber:

  1. https://epicpew.com/saints-endured-sexual-abuse-patronage
  2. http://bit.ly/2zqYiS4
  3. http://bit.ly/2m8hT41