Blogs
02/11/2017
  • Share this

Beata Laura Vicuna adalah beata pelindung bagi para korban penyiksaan. Lahir pada 5 April 1891 dari latar belakang keluarga bangsawan di Santiago, Chili. Keluarganya melarikan diri ke Argentina ketika ayahnya terbunuh saat perang sipil pecah di Chili. Ibunya kemudian berkenalan dengan seorang pria bernama Manuel Mora, yang berjanji untuk membiayai ke dua putrinya asalkan ibu Laura mau menjadi wanita simpanan lelaki itu. Ibu Laura menyetujuinya.

Ketika Laura sedang berada di rumah saat liburan sekolah, Mora melakukan pendekatan seksual kepada Laura. Ketika Laura menolaknya dengan berkali-kali berkata bahwa dia ingin menjadi seorang biarawati, maka Mora memukulinya dengan tujuan agar dia membatalkan keinginan itu. Mora lalu menghentikan bantuan untuk membiayai sekolahnya namun ketika para suster Salestian mengetahui alasannya maka Laura diberi beasiswa untuk melanjutkan sekolah.

Suatu hari ketika Laura keluar dari asrama sekolah dan kembali ke rumah saat liburan, Mora kembali memukuli Laura sampai jatuh pingsan. Walau pun akhirnya Laura sadar namun dia tidak pernah bisa sembuh kembali. Pada saat sedang sekarat, Laura meminta kepada ibunya untuk meninggalkan Mora dan kembali ke Gereja. Ibunya berjanji untuk melakukannya dan hal itu membuat Laura berkata, “Thank you, Jesus! Thank you, Mary! Goodbye, Mother! Now I die happy!”.

Delapan hari setelah peristiwa pemukulan itu Laura wafat di usia tiga belas tahun. Santo Yohanes Paulus II membeatifikasinya pada tahun 1988 dan pestanya dirayakan setiap tanggal 22 Januari.

Kontributor: Lucia Wahyuni, alumni Adorable Eve 2016

Editor: Lidwina Sisilia

Sumber asli:

  1. https://epicpew.com/saints-endured-sexual-abuse-patronage
  2. http://bit.ly/2cSj6FR
  3. http://bit.ly/2icUlWz