Blogs
25/10/2017
  • Share this

Buku yang baik adalah buku yang konsisten. Cara untuk melihatnya adalah dengan membaca bagian awal dan bagian akhir. Jika yang dikatakan di bagian pendahuluan terus dibawa hingga bagian penutup, buku itu dianggap baik. Mari kita selidiki Alkitab kita, buku yang sudah berusia ribuan tahun dan sudah kita baca bagian-bagiannya berkali-kali.

Di bagian awal ada kisah penciptaan. Setelah menciptakan segala yang lain, Tuhan berhenti, memandang diri-Nya sendiri, dan bertekad untuk menciptakan manusia sesuai dengan gambar dan rupa-Nya. Apa yang kemudian Allah ciptakan? Allah menciptakan manusia, laki-laki dan perempuan. Demikianlah, setiap tubuh laki-laki dan setiap tubuh perempuan menggemakan Allah Sang Pencipta sendiri.

Versi kisah penciptaan yang kedua bicara tentang Allah yang menciptakan satu manusia terlebih dahulu, dan kemudian menciptakan manusia kedua dari tulang rusuk manusia pertama itu. Dari tanah (adamah) diciptakan manusia pertama (adam). Manusia kedua adalah ibu segala “yang hidup” (hayyah, hawwah). Tradisi kemudian menyebut dua manusia pertama itu seolah dengan nama mereka: Adam dan Hawa. Laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan menjadi satu daging dengan istrinya. Persatuan antara suami dan istri itu menggemakan diri Allah yang tak terpecah.

Kita lompat ke bagian akhir Alkitab. Kitab Wahyu berkisah bahwa setiap orang yang percaya kepada Kristus dan yang telah menjalani hidup yang baik selama di dunia akan menikmati surga. Sukacita surga dikisahkan sebagai sukacita pernikahan antara Gereja sebagai mempelai perempuan dan Kristus Sang Anak Domba sebagai mempelai laki-laki.

Jadi, di bagian awal digambarkan bagaimana segala sesuatunya diawali dengan adanya laki-laki dan perempuan yang akan menjadi satu daging dan selalu menggambarkan Allah. Sementara itu, di bagian akhir digambarkan bagaimana segala sesuatunya diakhiri dengan bersatunya Gereja dan Kristus sendiri dalam sebuah pernikahan. Di bagian awal dan di bagian akhir ada kisah tentang laki-laki dan perempuan. Di bagian awal dan akhir ada kisah tentang pernikahan. Di bagian awal dan akhir ada kisah tentang persatuan cinta.

Membaca Alkitab dari awal hingga akhir pada dasarnya berarti membaca kisah tubuh kita sendiri sebagai manusia, laki-laki dan perempuan, dengan segala jatuh bangunnya, dan dengan segala pengalaman akan rahmat dan belas kasih Allah sendiri. Alkitab bukan hanya bicara tentang Allah, tetapi bicara juga tentang tubuh kita manusia.

Secara khusus, menurut ajaran Teologi Tubuh dari Yohanes Paulus II, tiap tubuh manusia, laki-laki dan perempuan, memiliki kemampuan untuk mencintai dan dicintai, untuk memberikan diri secara bebas, total, setia, dan berbuah. Keempat ciri cinta dengan tubuh inilah yang menggambarkan arti nupsial setiap tubuh manusia. Tiap tubuh manusia punya arti nupsial, arti pernikahan, karena tiap tubuh manusia bicara tentang persatuan dalam diri Allah dan juga tentang kerinduan tiap manusia untuk bersatu dengan Allah sendiri.

Bacalah Alkitab, dan nikmatilah kisah tubuhmu sendiri sebagai laki-laki dan perempuan, dari awal hingga akhir. Bulan Kitab Suci Nasional adalah undangan untuk semakin memahami Alkitab. Dalam proses itu kita juga akan semakin memahami arti nupsial tubuh kita sebagai manusia, laki-laki dan perempuan. Alkitab adalah Kabar Gembira karena mengajak kita untuk bergembira bersama Allah yang terus ingin bersama kita merayakan keluhuran tubuh kita sebagai laki-laki dan perempuan, sebagai gambar dan rupa Allah sendiri.

Oleh. Tano Shirani