Blogs
17/10/2017
  • Share this

Perempuan ke dua tidak tertulis namanya. Namun kisah ini terkenal di kalangan kristiani, bahkan cuplikannya turut ada dalam film Passion of The Christ. Kisah tentang seorang perempuan yang memang kepergok berbuat zinah yang kemudian dijadikan obyek kasus oleh para lelaki tetua Farisi dan Ahli Taurat. Meskipun yang dituju oleh para tetua itu sebenarnya adalah mencari-cari kesalahan Yesus. Cukup menarik bahwa obyek atau umpan untuk menjebak Yesus justru digunakan seorang perempuan. Perempuan yang memang sudah dalam situasi yang rapuh dan lemah. Target yang ingin dicapai oleh para tetua itu adalah Yesus mendukung atau setuju untuk menghukum perempuan ini berdasarkan hukum Musa, yaitu harus merajam (melempari batu sampai orangnya mati) orang yang kedapatan berbuat zinah.

Perempuan ini terjebak dalam pertarungan antara kekuatan jahat dan kekuatan baik. Dia ada di antara kebohongan dan kebenaran dalam hidupnya. Perempuan yang tidak punya daya untuk membela dirinya ini benar-benar ada dalam kondisi yang paling rapuh, paling vulnerable. Dia menjadi korban dalam situasi yang tidak menguntungkan. Dia terjerumus bersama lelaki yang salah, pada waktu dan tempat yang juga salah. Sayangnya dalam kondisi terpuruk seperti ini sang lelaki selingkuhannya itu tak terlihat batang hidungnya. Bahkan nama sang selingkuhan pun tak disebut sama sekali untuk dimintai pertanggung jawabannya. Seakan-akan dalam perselingkuhan ini yang bersalah hanyalah pihak perempuan. Bila juga penasaran dengan kisah detilnya, silahkan mampir ke Kitab Injil Yohanes 8: 1-11.

Kisah-kisah ini menjadi semakin menarik ketika diperlihatkan dua sisi sikap dan perilaku kelelakian yang diangkat. Kelompok lelaki pertama saya beri nama the crippled men, yaitu kelompok para lelaki yang dilumpuhkan kemampuannya untuk menjadi real men, lelaki yang sejati.  Mereka adalah para lelaki yang telah kehilangan panggilan kelelakiannya. Mereka seharusnya melindungi dan menjaga harkat martabat seorang perempuan dan bukan berusaha mengeksploitasi, merampas dan mengambil kehidupan dari seorang perempuan. Kelompok the crippled men terdiri dari dua lelaki tua-tua keladi, para tetua farisi dan ahli taurat dan satu lelaki yang tak nampak batang hidungnya itu sekalipun telah tertangkap basah berbuat zinah.

Yurika Agustina, faculty TOBIT

Sumber asli: http://tesoronascosto.blogspot.co.id/2015/03/beauty-to-recue.html