Blogs
17/10/2017
  • Share this

Aku adalah seorang perempuan muda yang tahu sasaran apa yang ingin kucapai dalam hidupku. Aku juga memiliki pengalaman pribadi dengan Allah. Dia telah menolongku keluar sebagai pemenang dari pergumulan-pergumulan pribadiku. Sebagai ungkapan syukur, aku bergabung dalam komunitas para eksekutif muda Jumat Pertama (JUMPER) di lokasi tempat aku bekerja. Penghujung tahun 2014, aku pertama kali berjumpa dengan Komunitas Domus Cordis dalam rangka acara Makan Siang Natal (MSN). Berhubung Romo Andang L. Binawan, Vikep Keuskupan Agung Jakarta dalam salah misa mendorong kami untuk terlibat aktif dalam sebuah komunitas sebagai sarana untuk bertumbuh secara rohani agar mampu berbuah lebat bagi sesama, maka aku hadir dalam salah acara Domus Cordis tersebut., yaitu Inspire Young People dengan tema “Kapan Kawin”.

Aku pernah tiga kali gagal dalam menjalin relasi. Akibatnya aku menjadi enggan untuk membangun ‘romantic life‘ kembali. Namun hal itu berubah saat aku mengikuti salah satu program Theology of the Body Insight (TOBIT), yaitu Adorable Eve, di tahun 2016. Pola pikir dan mata hatiku terbuka untuk mengenal akar kegagalanku dalam membangun relasi dengan lawan jenis selama ini. Latar belakang dibesarkan oleh seorang ibu yang cenderung dominan, tanpa sadar juga membentukku menjadi seorang perempuan yang dominan, ditambah posisiku dalam korporasi yang juga baik. Aku terluka dengan kenyataan ini. Hampir selama setahun hubunganku dengan ibu menjadi “dingin”. Syukur kepada Allah, untuk kedua kalinya dalam hidupku, Mama Maria dan Yesus Kristus telah menampakan kuasa kasih mereka.  Lewat program Adorable Eve ini, memberiku pendidikan dalam menjadi perempuan yang sesuai dengan rencana ilahi. Program ini juga salah satunya mendorong kami untuk mengembangkan potensi dalam membangun relasi dengan lebih baik. Aku menjadi kembali memiliki harapan dalam hidupku untuk menjalin relasi. Aku kembali memiliki harapan bahwa bersama Allah, aku pasti mampu menjadi Hawa yang baru. Sejak program Adorable Eve selesai aku mulai berbenah diri. Aku mulai semakin berserah kepada Allah. Doaku adalah bila Yesus Kristus mengizinkan aku untuk membangun sebuah keluarga , maka biarlah pasangan hidupku itu memiliki karakter Cinta Agape. Dia bersedia berjalan disisiku seperti cinta Yesus Kristus yang orientasi cinta kasihnya adalah selalu demi kebaikanku sebagai seorang perempuan yang diciptakan Allah segambar dan secitra dengan Dia. Thanks to all the faculty of Adorable Eve, you are people who stimulate me become New Eve!

by Sarah Robert, Alumni Program Adorable Eve 2016