Blogs
10/10/2017
  • Share this

II. Chastity

Chastity berbeda dengan abstinence. Tepatnya, chastity jauh lebih indah dari pada abstinence. Bila
abstinence membuat kita berkata “TIDAK” pada seks, chastity tidak hanya membuat kita untuk berkata
“TIDAK” pada seks , tetapi sekaligus juga berkata “YA” pada cinta sejati dengan segala keinginannya.
Chastity tidak membuat kita menahan atau mengabaikan segala hasrat seksual alamiah, tetapi membantu kita mengarahkan hasrat seksual tersebut pada pilihan yang baik, yang benar dan yang indah. Tuhan menginginkan kita untuk tidak dikuasai oleh nafsu melainkan kita mampu mengendalikan dorongan seksual kita dan mengarahkannya kepada dorongan yang lebih dalam dan berarti, yaitu mencintai dengan murni.

“When you decide firmly to lead a clean life, chastity will not be a burden on you: it will be a crown of  triumph. ” St. Josemaria Escriva

“Bila kamu dengan yakin memutuskan ke arah hidup yang bersih, maka nilai utama kemurnian seksual
tidak akan menjadi beban bagimu, melainkan akan menjadi mahkota kemenangan”- St. Josemaria Escriva

Tuhan memberikan manusia akal budi. Akal dan budi kita seharusnya mampu mengendalikan semua yang kita inginkan, termasuk mengendalikan dan mengarahkan hasrat seksual kita. Manusia berbeda dari binatang. Akal dan budi inilah membedakan kita dari binatang. Binatang hidup berdasarkan naluri atau insting atau keinginannya saja. Chastity adalah gaya hidup baru yang dapat kita terapkan untuk
menemukan cinta sejati. Karena cinta sejati bukan hanya soal seks, melainkan cinta sejati adalah soal pengorbanan diri, pemberian diri secara total, bebas, setia dan berbuah. Hanya mereka yang memiliki kendali atas hasrat seksualnya demi nilai-nilai kemurniaan lah yang akan mampu untuk menemukan makna cinta sejati itu dan menjadi cinta sejati bagi orang lain.

Let’s make chastity as our lifestyle!

“Only the chaste man and the chaste woman are capable of true love” – St. John Paul II
“Hanya cowok dan cewek yang murni lah yang memiliki kemampuan akan cinta sejati”. – St. Yohanes Paulus II

Oleh Monica, Alumni Intermediate Program 2016

Sumber: TOB for Teens Leadership Training video chapter 2