Blogs
07/10/2017
  • Share this

Kedua, belajarlah mendengar. Apabila kamu memakai cara meyakinkandia supaya mau jadian sama kamu, atau  bersikokoh “jangan pernah menerima kata ‘tidak’ sebagai jawaban”, maka yang akan kamu lakukan adalah hanya ngomong, ngomong dan ngomong. Tuhan menciptakan kita dengan dua telinga dan satu mulut bukan tanpa maksud. Kita diajak untuk mau mendengar apa yang ingin diungkapkan satu sama lain serta membicarakannya. Baik yang disampaikannya itu adalah hal yang positif maupun yang kurang positif. It is okay. Dengan demikian kita menghargai lawan bicara kita.

 Dan akhirnya, Be a man! Cowok sejati berani untuk nembakcewek yang dia taksir untuk berpacaran. Cowok sejati tidak membiarkan cewek terombang-ambing, alias digantung relasinya, sampai akhirnya si cewek yang menembak cowok duluan, tapi kemudian menaruh beban penolakan pada cewek tersebut. Sama seperti ketika cowok tidak membiarkan cewek mengangkat barang dengan beban berat, maka seorang cowok sejati menjalankan peran laki-laki nya dengan siap menanggung beban penolakan kalau dia ditolak. Hasilnya memang bisa baik maupun tidak, but its okay. Karena dengan demikian, kamu sudah mengetahui jawabannya sejak awal. Kamu bisa mengetahui apakah dia benar mau berkomitmen dengan kamu atau tidak. Hal ini sangat penting untuk masa depan hubungan kamu. Jika sejak awal cowok maupun cewek tidak bisa menyatakan komitmennya dengan jelas maka akan sulit hubungan ini bisa terus berlanjut dengan baik di masa depan.

 Perlu diingat bahwa terkadang kita sudah bisa memenangkan sebelum dimulai. Hal itu ditentukan oleh pola pikir kita. Memiliki pola pikir yang benar ketika berpacaran akan membantu kita menemukan pasangan yang compatibledan membantu kita untuk menjadi orang muda yang lebih baik di dalam Kristus. So guys, selamat jadian!

By: Albert Suryadi dan Monica