Blogs
07/10/2017
  • Share this

Dengan semakin berkembangnya zaman, semakin banyak orang yang kurang peduli terhadap
kemurnian seksual, dalam hal ini menjaga keperawanan dan keperjakaan sebelum masuk dalam
perkawinan. Walaupun hampir setiap agama mengajarkan prinsip itu namun pada
kenyataannya, ketika menyangkut soal cinta, seks dan relasi maka kemurnian seksual seolah
menjadi barang kuno. Pertanyaannya, mengapa kita perlu menjaga keperawanan dan
keperjakaan kita sebelum masuk dalam perkawinan?

Bagi sebagian besar orang, keperawanan dan keperjakaan tidak dianggap bagian penting dalam
kehidupan. Bagi mereka, seks pra nikah adalah hal yang wajar. Banyak film-film, opera sabun
atau sinetron bersambung, bahkan lagu-lagu sekuler yang mengisyaratkan seks pra nikah. Tapi
pernahkah kita berpikir bahwa seks pra nikah itu justru lebih banyak memberikan dampak
negatif ketimbang dampak positif? Dengan melakukan seks pra nikah atau bahkan hidup
bersama tanpa ikatan perkawinan dapat mengakibatkan tingkat perceraian semakin tinggi.
Pemikiran yang menganggap seks pra nikah dan hidup bersama tanpa ikatan perkawinan akan
berhasil ternyata terbukti salah besar. Penelitian telah membuktikan hal tersebut. Dengan
hidup bersama tanpa ikatan perkawinan, tiap pasangan memiliki manfaat pernikahan tanpa
komitmen yang sebenarnya. Sehingga tiap individu dalam relasi tersebut membangun sikap
individualis yang akan sulit untuk diubah ketika orang tersebut masuk dalam pernikahan
nantinya.

Sebaliknya, ketika seseorang menjaga kemurnian seksualnya, lewat menjaga keperawanan dan
keperjakaan sampai dengan perkawinannya, akan mendapatkan banyak manfaat positif, antara
lain, mereka akan terbebas dari penyakit kelamin yang menular, mereka tidak perlu mengalami
tekanan psikologis atas hubungan intim tanpa komitmen, juga tidak perlu takut terhadap
kehamilan yang tidak direncanakan, serta mereka akan menerima kepuasan perkawinan yang
lebih terjamin.

Menurut data Departemen Kesehatan Republik Indonesia, jumlah kasus baru penyebaran
penyakit kelamin yang menular, dalam hal ini HIV di tahun 2016 sebanyak 41.250 kasus.
Artinya, mereka yang melakukan hubungan seks pra nikah, menjadi rentan juga pada
kemungkinan terkena penularan penyakit kelamin yang membahayakan dirinya. Sebagaimana
kita ketahui, penularan penyakit kelamin tidak hanya HIV, tapi juga ada sifilis, herpes, dan lain
sebagainya. Cara paling mudah untuk menghindarkan diri kita dari terkena penularan penyakit
kelamin adalah dengan tidak melakukan seks pra nikah sama sekali. Lebih baik memilih
pasangan yang juga tidak melakukan seks pra nikah, atau bila dia pernah aktif secara seksual
sebelumnya maka sebelum masuk dalam perkawinan, ke dua pasangan perlu melakukan
pemeriksaan kesehatan sebagai tindakan pencegahan dan melakukan tindakan-tindakan
pengobatan agar penularan tidak terjadi.

Kontributor: Lucia Wahyuni, alumni Basic Program 2016

Sumber: http://www.reallifeanswers.org/family/marriage-preparation/the- benefits-of- chastity-
before-marriage dengan pengubahan
http://www.pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/lain-lain/Data- dan-
Informasi-Kesehatan- Profil-Kesehatan- Indonesia-2016- smaller-size- web.pdf