Blogs
11/06/2017
  • Share this

 

  • Bagaimana kalau ternyata tidak cocok?

Banyak orang yang tujuannya hanya coba-coba pacaran tidak memikirkan lagi kalau nantinya dapat pacar yang sama sekali tidak cocok dan lebih memilih masa bodoh/ “pikir nanti”. Tapi sebenarnya kerugian yang mereka tanggung apabila tidak cocok dengan pasangannya adalah lebih banyak loh daripada menanggung cemooh predikat jomblo. Kenapa? Karena yang pertama, kita harus dihadapkan dengan rasa kecewa, penyesalan, dan perasaan negatif lain telah memilih pasangan yang salah. Yang kedua, kita sudah rugi uang man! pdkt juga pake uang, bukan? pacaran pun demikian. Tiga, rugi waktu, kita sudah investasikan waktu kita untuk calon pasangan hidup yang ternyata tidak cocok atau prinsipnya tidak sejalan dengan kita, bahkan ada banyak orang yang sekarang ini masih pacaran walau tidak cocok karena mereka merasa mereka sudah membuat waktu terlalu banyak untuk pacaran, dan tidak siap untuk putus. You want to trap your self? Think again!

  • Rugi apa sih jadi single?

Para jomblo pasti sudah kasih daftar panjang yang tidak terbaca lagi kalau saya bertanya pertanyaan ini. Namun yang saya mau tanyakan lagi, darimanakah daftar kerugian itu didapatkan? Dari dalam diri atau dari orang lain? Kita ambil contoh aja, misalnya: “kalau nonton, jalan-jalan, makan tidak ada yang menemani.” Saya akan tanya kepada kamu, memang pacar itu gunanya untuk itu? Kalau jawaban nya Iya! Seriously, pikirkan lagi! Karena yang jadi masalahmu adalah bukan tidak punya pacar, tetapi kesepian! Dan kalau pun punya pacar, yang akan kamu lakukan adalah using her/him untuk mengisi kekosongan diri. Tidak menuntut kemungkinan kamu akan banyak sekali menutut pacarmu untuk mengisi kesepian yang mana akan dapat mengakibatkan putusnya hubungan. Kalau kamu berpikir saya ini lebay, coba pikirkan lagi. Dalam diri seseorang yang menginginkan pacar karena kesepian, pasti ada ekspektasi terhadap pasangan untuk mengisi kekosongan hati, yang mana dapat berakibat dengan adanya tuntutan demi tuntutan kepada pasangan, yang akhirnya akan melukai pasangan. Jadi kalau kesepian, jangan mencari pacar ya? Cari yang punya cinta tak terbatas, yaitu cintaNya Tuhan yang tidak terbatas.

Banyak kerugian lain yang mungkin para jomblo bisa sebutkan, namun yang perlu direnungkan adalah darimana kerugian itu berasal, apabila dari dalam diri sendiri, maka telusuri lebih jauh apakah ada tuntutan diri yang masih belum terselesaikan? Atau memang saya sudah siap untuk berpacaran? Apabila dari luar, abaikan saja, karena motivasi untuk berkomitmen dalam pacaran harus keluar dari dalam dirimu.

Akhir kata, pacaran coba-coba? Worth it ga sih? Setelah membaca poin-poin diatas saya harap kamu dapat mengerti dan menjawabnya dengan mantab. Saya harapkan kamu yang masih ingin “mencoba” untuk mendapatkan pasangan yang sesuai dan bagi yang memilih untuk single dulu, saya dukung keputusan kamu sehingga nantinya siap untuk mencari pacar yang sesuai.

Kontributor: Ratna Listiyani, Alumi : Basic Program