Blogs
11/06/2017
  • Share this

This is my story. Perkenalkan, nama gue Fitiavana, cuma orang-orang lebih mengenal gue dengan nama Ava. Gue cuma cewek kuliahan biasa yang seperti kebanyakan orang ngambil jurusan ekonomi. Cerita yang pengen gue ceritain ke kalian ini terjadi saat gue masih duduk di SMA. Waktu itu, seperti umumnya seorang anak SMA, gue mengenal yang namanya cinta monyet. Gue sempet berpacaran beberapa kali dan juga putus. Smua gue lakukan tanpa pertimbangan apapun, sampai suatu hari satu teman gue berkata, “Va, lu pacaran–putus, pacaran-putus kayaknya nyantai aja ya, selama ini lu pacaran buat apa sih?” Dengan gampangnya gue menjawab, “Ya…emangnya pacaran harus punya tujuan ya? Toh kita masih SMA, masa sih lu udah mikirin jodoh?” “Ya enggak gitu juga sih,” jawab teman gue itu, “Cuma, kalau misalnya aja lu dapet pacar yang enggak bener dan lu menyesal di saat semuanya sudah terlambat gimana?” “Hmmm… ya enggak gimana-gimana lah.” Dan pembicaraan kamipun berakhir.

Waktupun berlalu dan benar saja kata teman gue waktu itu, gue terjebak di hubungan yang enggak bener. Gue bergelut untuk bisa bebas dari pacar gue, namun gue selalu gagal. Ada 2 tahun gue berusaha untuk putus dari pacar gue itu, tapi entah kenapa rasanya sulit banget. Di saat gue berhasil putus, mantan gue itu selalu terlintas di pikiran gue. Gue enggak bisa melupakan dia sama sekali sampai membuat gue frustasi. Bayang-bayang dia membuat gue enggak bisa fokus ke hal-hal yang semestinya gue fokusin. Hidup gue berantakan. Sampai suatu ketika temen gue ngajak gue untuk ikutan sebuah acara. Acara yang katanya temen gue bisa membantu gue untuk lepas dari bayang-bayang mantan gue itu dan membuat gue tau bedanya gue pacaran karena love atau karena lust. Ternyata, pacaran yang didasari oleh love itu enggak berfokus ke diri pribadi sendiri tapi ke pasangan, sedangkan pacaran yang didasari oleh lust fokusnya ke pribadi sendiri. Dan benar aja, setelah ikutan acara itu, berangsur-angsur gue bisa melupakan mantan gue itu dan hidup gue kembali ke jalur yang benar. Gue bisa kembali fokus ke hidup gue dan menjadi diri gue skarang ini. Berkat acara itu pulalah, saat ini gue pacaran dengan mempertimbangkan banyak hal, karena gue enggak mau lagi terjebak oleh bayang-bayang mantan yang bisa menghancurkan hidup gue kembali.

Kontributor: Lucia Wahyuni, Alumni Basic Program dan Adorable Eve